Nama : Salsabila Mutiara Puspa
Kelas: X IIS 2
Tema: Metromini DKI
Edan
Waktu itu di terminal ada metromini yang lagi ngetem terus ada sekelompok pengamen masuk ke dalam metromini tersebut. Setelah berada di metromini salah satu pengamen itu bilang, “Permisi bapak-bapak ibu- ibu saya disini ingin mengamen, mengamen kan lebih baik dari pada mencuri atau mencopet”. Semua penumpang pun mengangguk tanda setuju, lalu pengamen itu bilang lagi, “Kan kalo bapak-bapak ibu-ibu ngasihnya seribu atau duaribu gak bakal bikin miskin” Semua mengangguk lagi.
Setelah lama berbincang pengamen tersebut mulai meminta-minta kepada semua penumpang, sampai dilampu merah pengamen-pengamen itu pun turun dari metromini hanya sebentar saja pengamen-pengamen itu naik lagi ke metromini yang sama. Kejadian itu terjadi berulang-ulang kali sampai ada salah seorang penumpang yang mulai kesal karena dari pertama ia naik metromini sampai sekarang pengamen itu selalu menggunakan kata-kata yang sama. Pengamen itu pun meminta uang kepada penumpang yang kesal itu namun, penumpang itu hanya menganggukan kepala dan bilang “maaf” pengamen yang meminta uang pun hanya tertawa dan bilang “ ngangguk-ngangguk aja mba kayak ayam” penumpang itu pun mendengus kesal.
Karena kejadian itu supir metromini itu pun kesal dan bangun dari tempatnya karena kebetulan sedang lampu merah. Si supir pun memanggil sekelompok pengamen itu “ heh! Sini ngapain lo bolak-balik metromini gue?! Mau bikin miskin penumpang gue?!” salah satu pengamen itu pun menjawab dengan santainya “ Kan tadi saya udah bilang kalo ngasihnya seribu kalo enggak duaribu gak bakal bikin miskin”.
Si supir pun tambah kesal dan mendorong keluar pengamen-pengamen itu, karena kebetulan lampu merah sudah berubah menjadi hijau supir itu pun kembali duduk ditempatnya untuk menyupir kembali. Melihat metromini yang sudah berjalan, pengamen-pengamen itu berlari mengejar metromini itu hingga jatuh-bangun dan akhirnya mereka bisa masuk ke dalam metromini tersebut lewat pintu belakang, karena kebetulan metromini itu sedang sepi mereka semua pun dapat duduk di metromini itu. Melihat kelakuan pengamen-pegamen itu si supir itu pun mendengus kesal. Sedangkan pengamen-pengamen itu tertawa dengan senangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar