Nama : Fellen Pangki Nugroho
Kelas : X IIS 2
Judul Anekdot : Sembako mahal menggencet pelaku usaha kecil dan menengah
Assalamualaikum wr.wb
Nama saya Fellen Pangki Nugroho, saya kelas X IIS 2. Disini saya ingin menceritakan anekdot saya yang berjudul “ Sembako mahal menggencet pelaku usaha kecil dan menengah “. Saya anak ke 2 dari dua bersaudara. Kakak saya laki laki dan otomatisnya saya anak perempuan satu satunya dikeluarga saya. Sudah menjadi kebiasaan jika anak perempuan dikeluarga harus pergi kepasar dan ibu saya selalu menyuruh saya untuk pergi kepasar tradisional. Pastinya sudah tau keadaannya seperti becek, rame ibu ibu dan sebagainya.
Biasanya saat saya pergi ke pasar kondisinya selalu adem ayem aja karena harganya yang stabil. Tetapi belakangan ini suasana pasar yang saya temui tidak sekondusif kemarein kemarinnya yang isinya ibu ibu keawalahan karena harga sembako yang mahal. Jadi saya lagi belanja pas kebetulan ada ibu ibu disamping saya yang dilayanin duluan sama abang abangnya.jadi gini percakapannya.
“ Bang cabe 3 ons, sama bawangnya setengah ya “ kata si ibu. Sambil si abangnya bungkusin pesenan si ibu terus ngasih.
“ Ni bu semuanya jadi Rp. 15.000 “ kata si sembari ngasih belanjaan si ibu.
“ Lah bukannya kemaren masih Rp. 10.000 kok sekarang jadi Rp. 15.000 gimana sih abang jual ngambil untungnya banyak banget “ kata si ibu sambil ngoceh ngoceh dan pastinya lebih galah dari si penjualnya.
“ Harga sembako lagi mahal bu, bukannya saya yang mau ngambil untung banyak bu “ kata si abangnya sembari muka melas.
“ Alah alesan abangnya. Sini barangnya “ kata si ibu sambil ngasih uangnya abis itu pergi. Biasalah emak emak pastinya lebih galak dari semua orang yang ada di dunia ini.
Setelah itu saya pulang, kebetulan ayah saya sedang nonton berita karena kesukaannya yang nonton berita jadi saya suka denger berita tentang sembako. Kebetulan diberita itu tentang cara mengatasi kerugian pada pelaku usaha kecil. Ada dua cara mengatasi kerugian bagi pelaku usaha kecil agar tidak rugi.
Cara pertama dengan cara mengurangi porsi dari makanan yang mereka jual. Tetapi dari tindakan yang mereka ambil pasti ada konsekuensinya. Konsekuesi yang mereka lakukan dari pengurangan jumlah porsi yaitu pastinya ditinggal oleh konsumen. Tetapi masih banyak juga rumah makan yang tidak mengurangi porsinya tetapi menaikan harga dari Rp. 1000 – Rp. 2000.
Cara kedua dengan cara pengurangan karyawan. Mengurangi karyawan saat harga sembako lagi mahal sama saja menambah angka pengangguran yang ada di Indonesia. Padahal jumlah angka pengangguran di Indonesia terus meningkan setiap tahunnya. Jika contoh kedua ini digunakan oleh para pelaku usaha maka pengangguran di Indonesia akan terus meningkat.
Jika pemerintah tidak bisa mengatasi dan mengelola bahan sembako yang terus meningkat maka Indonesia akan menjadi negara terpuruk. Padahal Indonesia sangat ingin menjadi negara yang maju. Data yang saya lihat di berita berita menyebutkan dari tahun 2014 – 2015 angka pengangguran diindonesia mencapai 300 ribu orang dan angka itu terus meningkat ke angka 500 ribu orang dari tahun 2015 – 2016.
Sekian anekdot yang saya bawakan.
Terima kasih
Wassalamualaikum wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar