Sabtu, 26 Maret 2016

Pingkan Ajeng Andini Kelas X IIS 2 Remedial UTS SMT 2 Bahasa Indonesia

Nama   : Pingkan Ajeng Andini
Kelas   : X IIS 2
Tema   : Metromini

Metromini Formula One
Diceritakan pada suatu malam yang dapat ku asumsikan bahwa itu adalah malam jumat. Sekitar pukul setengah sembilan malam lebih tepatnya. Tapi masih dapat terlihat semburat cahaya lampu yang menerangi sebuah warung kopi di pinggir jalan itu, entah apa nama jalan nya sepertinya dia juga tak ingin ku sebutkan namanya. Tampak jelas beberapa orang sedang duduk-duduk sembari menikmati kopi yang mereka pesan barusan, entahlah aku hanya berpikir bahwa segelas kopi itu baru saja mereka pesan karena air kopinya masih penuh dan ada banyak asap membumbung digelas itu.
Diantara banyak motor yang terparkir di depan warung kopi tersebut tampak seperti ada sesuatu yang mengganjal. Ahh.. apa yah? Hmm.. biar ku tebak, kurasa kotak besar berbentuk persegi panjang, berwarna oren yang mendominasi, dan dapat berjalan. Mereka biasa menyebutnya metromini. Pemiliknya sudah kupastikan berada di warung kopi yang tadi ku ceritakan.
Dari arah kiri jalan tampak sebuah motor datang menghampiri warung kopi itu. Ada seorang pria dan mungkin yang bersamanya saat itu adalah anak nya. Di tangan anak itu terdapat sebuah mobil balap mainan kesukaannya, karena dia tak sedikitpun melepaskan itu dari tangannya.
Sopir metromini yang iseng bertanya pada anak itu. “Dek, suka mobil balap kaya gitu ya?” Tidak menjawab pertanyaan tersebut, tetapi si anak mengangguk dengan cepat menandai bahwa dia memang benar menyukainya. Lalu sang sopir membanding-bandingkan dengan metromini nya. Sopir itu membanggakan diri dengan mengatakan bahwa metromininya lebih bagus karena warnanya cerah, ada oren dan biru, sedang mobil balap mainan anak itu hanya berwarna hitam. Sang anak hanya diam tak mengatakan apapun sembari mengamati lekat-lekat mobil balap mainannya.

Sesaat setelah itu, televisi yang berada di sebuah warung tersebut menyiarkan berita bahwa pemerintah akan segera menghapus perederan metromini yang sudah tidak layak pakai, dan akan digantikan dengan metromini berwajah baru. Kemudian dilanjutkan berita ke dua mengenai mobil balap Rio Haryanto yan warnanya menyerupai metromini. Kemudian si anak langsung melihat sopir itu dengan terkagum-kagum dan menyodorkan kertas beserta pulpen yang entah dia dapat dari mana kepada si supir. “Buat apaan nihh?” kata si sopir bertanya. “Aku mau minta tanda tangan om. Om hebat.” Kata si anak dengan polosnya. “Hebat?” Tanya si sopir kembali yang tampak bingung. “Iya, hebat dong. Metromini om bakalan diganti sama mobil balap keren kaya gitu.” Sembari menunjukkan jari telunjuk nya ke arah TV.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar