Nama : Pingkan
Ajeng Andini
Kelas : X IIS 2
Tema : Metromini
Kelas : X IIS 2
Tema : Metromini
Metromini
Formula One
Diceritakan
pada suatu malam yang dapat ku asumsikan bahwa itu adalah malam jumat. Sekitar
pukul setengah sembilan malam lebih tepatnya. Tapi masih dapat terlihat
semburat cahaya lampu yang menerangi sebuah warung kopi di pinggir jalan itu,
entah apa nama jalan nya sepertinya dia juga tak ingin ku sebutkan namanya.
Tampak jelas beberapa orang sedang duduk-duduk sembari menikmati kopi yang
mereka pesan barusan, entahlah aku hanya berpikir bahwa segelas kopi itu baru
saja mereka pesan karena air kopinya masih penuh dan ada banyak asap membumbung
digelas itu.
Diantara
banyak motor yang terparkir di depan warung kopi tersebut tampak seperti ada
sesuatu yang mengganjal. Ahh.. apa yah? Hmm.. biar ku tebak, kurasa kotak besar
berbentuk persegi panjang, berwarna oren yang mendominasi, dan dapat berjalan.
Mereka biasa menyebutnya metromini. Pemiliknya sudah kupastikan berada di
warung kopi yang tadi ku ceritakan.
Dari arah
kiri jalan tampak sebuah motor datang menghampiri warung kopi itu. Ada seorang
pria dan mungkin yang bersamanya saat itu adalah anak nya. Di tangan anak itu
terdapat sebuah mobil balap mainan kesukaannya, karena dia tak sedikitpun
melepaskan itu dari tangannya.
Sopir metromini
yang iseng bertanya pada anak itu. “Dek, suka mobil balap kaya gitu ya?” Tidak
menjawab pertanyaan tersebut, tetapi si anak mengangguk dengan cepat menandai
bahwa dia memang benar menyukainya. Lalu sang sopir membanding-bandingkan
dengan metromini nya. Sopir itu membanggakan diri dengan mengatakan bahwa metromininya
lebih bagus karena warnanya cerah, ada oren dan biru, sedang mobil balap mainan
anak itu hanya berwarna hitam. Sang anak hanya diam tak mengatakan apapun
sembari mengamati lekat-lekat mobil balap mainannya.
Sesaat
setelah itu, televisi yang berada di sebuah warung tersebut menyiarkan berita
bahwa pemerintah akan segera menghapus perederan metromini yang sudah tidak
layak pakai, dan akan digantikan dengan metromini berwajah baru. Kemudian
dilanjutkan berita ke dua mengenai mobil balap Rio Haryanto yan warnanya
menyerupai metromini. Kemudian si anak langsung melihat sopir itu dengan
terkagum-kagum dan menyodorkan kertas beserta pulpen yang entah dia dapat dari
mana kepada si supir. “Buat apaan nihh?” kata si sopir bertanya. “Aku mau minta
tanda tangan om. Om hebat.” Kata si anak dengan polosnya. “Hebat?” Tanya si sopir
kembali yang tampak bingung. “Iya, hebat dong. Metromini om bakalan diganti
sama mobil balap keren kaya gitu.” Sembari menunjukkan jari telunjuk nya ke
arah TV.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar